Kamis, 10 Oktober 2013

ASTRONOMI


             Astronomi ialah cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (misalnya radiasi latar belakang kosmik (radiasi CMB)). Ilmu ini secara pokok mempelajari pelbagai sisi dari benda-benda langit seperti asal-usul, sifat fisika/kimia, meteorologi, dan gerak dan bagaimana pengetahuan akan benda-benda tersebut menjelaskan pembentukan dan perkembangan alam semesta.
               Pada abad ke-20, astronomi profesional terbagi menjadi dua cabang: astronomi observasional dan astronomi teoretis. Yang pertama melibatkan pengumpulan data dari pengamatan atas benda-benda langit, yang kemudian akan dianalisis menggunakan prinsip-prinsip dasar fisika. Yang kedua terpusat pada upaya pengembangan model-model komputer/analitis guna menjelaskan sifat-sifat benda-benda langit serta fenomena-fenomena alam lainnya. Adapun kedua cabang ini bersifat komplementer astronomi teoretis berusaha untuk menerangkan hasil-hasil pengamatan astronomi observasional, dan astronomi observasional kemudian akan mencoba untuk membuktikan kesimpulan yang dibuat oleh astronomi teoretis.


1. TATA SURYA




               Sejak ribuan tahun yang lalu, para nenek moyang mempelajari pergerakan benda-benda langit yang melahirkan ilmu yang disebut ilmu Astronomi . Dahulu orang beranggapan bahwa gerak matahari, bulan, dan bintang mengelilingi bumi, oleh karena itu munculah teori geosentris yang menyatakan bahwa bumi lah yang menjadi pusat pergerakan benda benda langit. Namun, Nicolaus Copernicus mengusulkan bahwa matahari lah yang menjadi pusat pergerakan benda-benda langit (teori Heliosentris), dan terbukti kebenarannya.

              Tata Surya adalah kumpulan dari benda-benda langit yang mengelilingi matahari sebagai pusatnya dalam garis edar (orbit) berupa elips. Benda-benda langit tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda lainnya


2. BUMI


               Tahun 1522, Ferdinand Magellen berlayar mengelilingi dunia dalam arah yang lurus, ternyata setelah sekian lama, akhirnya kembali ke tempat semula. Hal ini mustahil bila bumi berbentuk bidang datar. Desember 1972, Pesawat Apollo 17 telah memfoto bumi dari bulan. Alhasil dapat disimpulkan bahwa Bumi itu berbentuk bulat.


            Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin surya, sinar ultraviolet dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti Bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer dan Eksosfer.

            Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi Bumi dari sinar ultraviolet. Perbedaan suhu permukaan Bumi adalah antara -70 °C hingga 55 °C bergantung pada iklim setempat. Sehari dibagi menjadi 24 jam dan setahun di Bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 miliar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik).

              Bumi memiliki diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan Bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen dan 1% uap air, karbondioksida dan gas lain.